DETIKNET.id – PT Indoraya Jaya Perkasa tetap melakukan perbaikan bahu jalan Paka–Ntaur yang tergerus longsor, meski proyek tersebut telah dinyatakan Final Hand Over (FHO) atau serah terima akhir pekerjaan.
Vinsen Raga, perwakilan perusahaan tersebut, mengatakan langkah perbaikan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.
“Kami perbaiki walaupun sudah FHO, karena kalau tidak diperbaiki sekarang, masyarakat akan kesulitan melintas. Kalau menunggu anggaran baru dari pemerintah, bisa jadi kerusakan akan semakin parah tahun depan,” katanya, Senin sore, 11 November 2025.
Longsor di ruas jalan Paka–Ntaur terjadi pada 21 Oktober 2025 dan menggerus sebagian bahu jalan karena tembok penahan tanah ambruk. Sebelumnya, longsor juga pernah terjadi di titik yang sama pada akhir Januari 2025 dan ditangani oleh PT Indoraya karena proyek masih dalam masa pemeliharaan.
Menurut Vinsen, proyek pembangunan jalan tersebut telah diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur pada September 2025, atau sekitar sebulan sebelum longsor terbaru terjadi.
Pantauan DetikNet.id pada Senin sore, perbaikan TPT dan bahu jalan yang tergerus longsor itu hampir rampung. Tidak tampak adanya pelebaran maupun pembangunan drainase di sisi jalan pada titik longsor tersebut.
Wilibrodus Adeputra Lama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek itu, menjelaskan bahwa sesuai perencanaan memang tidak ada pekerjaan drainase di area tersebut karena masuk dalam wilayah konservasi.
“Itu wilayah TWA (Taman Wisata Alam),” katanya. “Kalau mau ada pelebaran jalan atau pembangunan drainase di kawasan konservasi, harus ada izin. Kita belum ada PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan BKSDA.”
Proyek peningkatan jalan Paka–Ntaur merupakan salah satu kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Manggarai Timur tahun anggaran 2024. Nilai kontrak proyek itu sebesar Rp16,34 miliar.
Jalur tersebut merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Rana Mese dan digunakan warga untuk aktivitas ekonomi sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian.
Penulis: Firman jaya















